Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka hijau. IHSG naik tipis 1 poin (0,02%) level 6.114. Namun tak lama kemudian, IHSG terjun ke zona merah seperti roller coaster. Hari ini massa Front Pembela Islam (FPI) dkk akan mengelar aksi 1812 di depan Istana, meski Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan izin terkait rencana aksi tersebut.
Sedangkan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini berada di level 14.070.

IHSG berada di posisi tertingginya di 6.123 dan terendahnya di 6.106. Pada pukul 09.06 IHSG berbalik arah ke zona merah. IHSG turun 1,5 poin (0,03%) ke level 6.111. Sedangkan indeks LQ45 berada di zona merah dengan turun 2 poin ke level 966.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 30,303.37 (+0.49%), NASDAQ ditutup 12,764.75 (+0.84%), S&P 500 ditutup 3,722.48 (+0.56%). Bursa saham US ditutup menguat setelah adanya informasi dari pada politisi di US yang sudah hampir setuju untuk memberikan US$900 bn dana bantuan COVID-19 dengan target akhir hari Sabtu ini.

Namun di sisi lain, data klaim pengangguran pada minggu ini tercatat sebanyak 885,000 di atas ekspektasi 808,000. Sedangkan penjualan retail menurun sebesar 1.1% pada bulan November, di bawah ekspektasi ekonom yang hanya menurun sebesar 0.3%. Penularan COVID-19 masih menjadi fokus oleh investor karena dapat berdampak pada kegiatan ekonomi.

Bursa saham Asia dibuka menguat. Investor masih menyoroti penularan COVID-19 di Asia dan juga keputusan suku bunga dari Bank of Japan.

Bursa saham Asia mayoritas bergerak negatif pagi ini. Berikut pergerakannya:

Indeks Nikkei naik 22 poin ke 26.773
Indeks Hang Seng melemah 32 poin ke 26.424
Indeks Shanghai berkurang 8 poin ke 3.358
Indeks Strait Times minus 17 poin ke 2.854

(DO) Sumber,