JAKARTA – World Bank atau Bank Dunia menilai bantuan sosial (bansos) sebagai salah satu stimulus pemerintah berpotensi meredam dampak kemiskinan akibat Covid-19.

Berdasarkan simulasi Bank Dunia, tanpa respons bansos, maka 8,5 juta penduduk Indonesia dapat terjerumus kemiskinan tahun ini akibat krisis Covid-19.

“Simulasi juga menunjukkan bahwa paket bansos pemerintah dapat meredam dampak ini secara signifikan jika dilaksanakan sepenuhnya dan ditargetkan sempurna,” tulis Bank Dunia, Kamis (17/12/2020).

Namun sebagai catatan, Bank Dunia menyebut efektivitas yang lebih baik penting untuk menekan dampak yang signifikan dari respons bansos ini.

Pada awal tahun misalnya, terjadi berbagai penundaan dan kesulitan dalam menjangkau kelompok-kelompok terdampak, khususnya di sektor informal, sehingga hal ini kemungkinan telah mengurangi dampak paket bansos tersebut.

Berbagai temuan juga menyoroti bahwa banyak orang yang awalnya tidak tercakup sistem bansos kemungkinan telah jatuh ke dalam kemiskinan, khususnya mereka yang kehilangan pekerjaan atau yang bekerja di sektor-sektor jasa dengan kontak intensif yang terdampak berat.

Adapun, Badan Pusat Statitik (BPS) mencatat angka pengangguran meningkat sebesar 1,8 poin menjadi 7,1 persen dan angka setengah penganggur meningkat sebesar 3,8 persen poin menjadi 10,2 persen pada kuartal ketiga, dibanding tahun sebelumnya.

BPS juga memperkirakan sekitar 5,1 juta orang kehilangan pekerjaan atau keluar dari pasar kerja dan 24 juta orang lainnya bekerja dengan jam kerja yang berkurang akibat Covid-19.

Menurut Bank Dunia, kehilangan pendapatan yang terjadi dapat memperberat tantangan keterjangkauan pangan dan keamanan pangan, khususnya di antara kelompok miskin yang mengalokasikan porsi yang cukup besar dari belanja mereka untuk pangan.

Oleh karena itu, cakupan, kecukupan, dan daya tanggap paket bansos perlu terus dipantau dan diperbaiki untuk melindungi warga yang miskin dan rentan miskin.

(DO) Sumber.