JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Selasa (10/11/2020).

Pada menit awal perdagangan, IHSG dibuka pada level 5.449,34 atau naik 1,78 persen dibandingkan penutupan kemarin.

IHSG terus melanjutkan penguatannya beberapa menit ke depan dan terpantau berada di posisi 5.447,37atau menguat 1,71 persen. Sebanyak 213 saham menguat, 46 melemah dan 145 stagnan dengan kapitalisasi pasar Rp6.352,51 triliun.

Saham sektor perbankan masih menjadi incaran investor asing pada pagi ini. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan net foreign buy terbesar sejauh ini senilai Rp186,5 miliar. menyusul dibelakangnya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRi) dengan nilai beli bersih Rp134,3 miliar

Selanjutnya, dua emiten perbankan lain, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatatkan net foreign buy masing-masing senilai Rp98,1 miliar dan Rp21,4 miliar.

Sementara itu, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi saham yang paling banyak dilego investor asing. MDKA mencatatkan net foreign sell sebanyak Rp25,3 miliar hingga pukul 09.08 WIB.

Sebelumnya, IHSG diprediksi berfluktuasi di tengah masa transisi kepresidenan AS. Namun demikian, IHSG masih berpeluang mencapai level 5.400.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,38 persen atau 20,48 poin ke level 5.356,00 pada Senin (9/11/2020). Sepanjang perdagangan harian, IHSG bergerak fluktuatif dalam kisaran 5.319,42-5.395,71.

Institutional Research MNC Sekuritas menyampaikan diperkirakan pergerakan IHSG akan terkoreksi dalam jangka pendek terlebih dahulu ke area 5,200-5,250. Apabila IHSG mampu bergerak menembus resistance 5,382 kembali, maka IHSG akan mengalami ekstensi ke arah 5,420.

Level support IHSG 5,331, dan 5,250, sedangkan level resistan 5,382, dan 5,400.

(DO) sumber.