JAKARTA — PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik Rp387,01 miliar selama kuartal III/2020.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada Harian Bisnis Indonesia pada Jumat (6/11/2020), perolehan laba tersebut ditopang oleh pendapatan setelah distribusi bagi hasil Rp2,28 triliun. Perseroan juga membukukan beban operasional senilai Rp1,75 triliun selama kuartal III/2020.

Sebagai informasi, pada kuartal III 2019 laba bersih yang dibukukan anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. tersebut senilai Rp461,96 miliar.

Penyaluran piutang murabahah naik 2,87 persen pada kuartal III/2020 dibandingkan posisi akhir tahun lalu (year to date/YTD) menjadi Rp19,75 triliun. Perseroan juga menyalurkan piutang Qardh Rp1,3 triliun selama kuartal III/2020.

Sementara itu, pembiayaan bagi hasil Mudharabah selama kuartal III/2020 yang disalurkan BNI Syariah adalah senilai Rp1,58 triliun dan musyarakah Rp9,47 triliun.

Secara total, pembiayaan yang disalurkan perseroan senilai Rp32,28 triliun, naik 1,49 persen secara tahunan dari Rp31,81 triliun. Total aset BNI Syariah selama kuartal III/2020 adalah senilai Rp52,39 triliun atau naik 6,12 persen ytd.

Dana simpanan wadiah berupa giro dan tabungan naik masing-masing sebesar 16,59 persen ytd dan 21,33 persen ytd. Nilai giro adalah Rp3,37 triliun dan tabungan Rp10,98 triliun.

Rasio pembiayaan bermasalah atau nonperforming financing (NPF) BNI Syariah pada kuartal III/2020 adalah sebesar 3,44 persen (gross) dan 1,63 persen (nett). Return on assets (ROA) dan return on equity (ROE) masing-masing sebesar 1,37 persen dan 10,33 persen.

Perolehan net operating margin (NOM) BNI Syariah pada kuartal III/2020 adalah sebesar 0,65 persen dengan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) 84 persen.

(DO)