JAKARTA – Indonesia diperkirakan akan menikmati peningkatan ekspor di tengah ketegangan AS-China, setelah AS memperpanjang konsesi tarif khusus untuk ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu.

Sistem Preferensi Umum (Generalised System of Preferences/GSP) adalah program preferensi perdagangan AS terbesar dan tertua. Didahului oleh Trade Act tahun 1974, GSP mempromosikan pembangunan ekonomi dengan menghilangkan bea atas ribuan produk ketika diimpor dari 119 negara dan wilayah penerima yang ditunjuk.

Hak istimewa, ini mencakup lebih dari 3.500 barang dagangan mulai dari produk elektronik dan mainan anak-anak hingga peralatan olahraga dan rambut palsu.

Dilansir melalui Strait Times, tahun lalu, sekitar 700 produk ekspor Indonesia yang dikirim ke AS menggunakan fasilitas ini.

Di antaranya produk-produk manufaktur dan semimanufaktur, pertanian, perikanan, dan juga industri primer. Indonesia saat ini merupakan negara pengekspor GSP terbesar ke-2 di AS setelah Thailand.

Ekspor Indonesia telah menikmati fasilitas GSP yang diberikan oleh AS sejak 1980. Pada 2019, ekspor Indonesia senilai US$2,61 miliar atau 13 persen dari total ekspor US$20,1 miliar ke AS, memenuhi syarat untuk bebas bea ekspor.

Pengurangan atau penghapusan bea impor atas produk ekspor membuat lebih kompetitif bagi importir. Preferensi tarif ini membantu eksportir baru untuk menembus pasar dan eksportir mapan untuk meningkatkan pangsa pasar mereka dan meningkatkan margin keuntungan, di negara tujuan.

Ini bisa menjadi peluang Anda untuk memperluas merek Anda ke pasar yang lebih luas dan konsumtif.

Sebelum Anda memutuskan untuk mengekspor, pastikan Anda telah mempertimbangkan hal-hal berikut, seperti dikutip melalui Small Business UK:

– Perusahaan yang memiliki rekam jejak yang baik untuk mengekspor sudah sukses di negara asal. Pikirkan baik-baik sebelum mengekspor kecuali perusahaan Anda menikmati peningkatan penjualan di pasar domestik.

– Lakukan penelitian tentang apakah pesaing Anda sudah mengekspor ke negara tujuan, serta siapa pesaing lokal Anda di pasar baru.

– Selidiki apakah permintaan untuk produk Anda ada di luar negeri.

– Evaluasi apakah perusahaan Anda memiliki sumber daya keuangan untuk pengembangan pasar tambahan dan sumber daya manusia tambahan untuk memenuhi peningkatan permintaan produk.

– Pertimbangkan praktik standar di negara tujuan ekspor dan pasar saat ini – mendapatkan pengetahuan lokal akan sangat berharga saat Anda meluncurkan produk secara internasional.

(DO)