JAKARTA – PT Bank Bisnis Internasional Tbk. berkomitmen memenuhi ketentuan POJK 12/2020 tentang konsolidasi bank umum yang mengatur modal inti minimum. Pemenuhan modal inti minimum bank dilakukan secara bertahap yakni Rp1 triliun paling lambat 31 Desember 2020, Rp2 triliun pada 31 Desember 2021, dan Rp3 triliun pada 2022.

Emiten bersandi saham BBSI itu, telah mengantongi restu pemegang saham untuk melaksanakan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 438,63 juta saham baru guna memenuhi POJK 12/2020 tentang konsolidasi bank umum mengenai pemenuhan modal inti minimum.

Sekretaris Perusahaan Bank Bisnis Paulus Wijaya belum dapat menyebutkan harga pelaksanaan rights issue karena masih dalam proses. Meski begitu, dia memastikan dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan untuk peningkatan modal inti sesuai dengan ketentuan dalam POJK.

“Nah untuk rights issue ini diharapkan bisa memenuhi modal minimal sesuai dengan POJK 12/2020,” katanya, Rabu (4/11/2020).

Paulus menyebutkan setelah IPO pada 7 September 2020, modal inti Bank Bisnis lebih dari Rp700 miliar. Dengan demikian, perseroan membutuhkan tambahan sedikitnya Rp300 miliar untuk memenuhi aturan itu.

Jika harga pelaksanaan rights issue mengacu pada harga pasar saat pembukaan hari ini, maka potensi perolehan dana dari aksi korporasi tersebut sekitar RpRp328,97 miliar. Dari situ, kata dia, perseroan menargetkan perolehan dana dari rights issue di kisaran Rp300 miliar. “Kira-kira demikian,” katanya.

(DO)