JAKARTA — PT Asuransi Jasa Tania Tbk. atau Asuransi Jastan membukukan kinerja negatif pada kuartal III/2020 sebagai dampak dari adanya pandemi virus corona. Di tengah kinerja yang negatif, perseroan mampu menekan penurunan underwriting.

Direktur Utama Jastan Teddy Sastra menjelaskan bahwa pada kuartal ketiga tahun ini pihaknya membukukan premi Rp129,03 miliar. Perolehan itu menurun hingga 25,38 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan premi kuartal III/2019 senilai Rp172,91 miliar.

Pada kuartal III/2020, perseroan membayar klaim Rp78,45 miliar atau turun 8,74 persen (yoy) dari klaim kuartal III/2019 senilai Rp85,96 miliar. Meskipun beban klaim itu menurun, tetapi perlambatan top line membuat kinerja perseroan secara keseluruhan turut melambat.

“Realisasi laba bersih sampai dengan 30 September 2020 sebesar Rp Rp0,26 miliar [Rp264,67 juta], apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp7,60 miliar mengalami penurunan 96,52 persen [yoy],” ujar Teddy dalam keterangan resmi Public Expose Realisasi Kinerja Keuangan Asuransi Jastan, Senin (2/11/2020).

Meskipun kinerjanya melambat, menurut Teddy, pihaknya berhasil menekan penurunan hasil underwriting. Pada kuartal III/2020, Jastan mencatatkan hasil underwriting Rp40,86 miliar atau turun 4,6 persen (yoy) dari perolehan kuartal III/2019 senilai Rp42,83 miliar.

Adapun, pada kuartal III/2020, hasil investasi Asuransi Jastan senilai Rp3,28 miliar merosot hingga 52,58 persen (yoy) dibandingkan dengan kuartal III/2019 senilai Rp6,71 miliar. Menurut Teddy, hal itu ditengarai oleh perlambatan kinerja pasar modal.

(DO)