JAKARTA – Emiten properti Grup Sinar Mas, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE), membukukan penurunan pendapatan dan laba bersih per September 2020.

Berdasarkan laporan keuangan di laman Bursa Efek Indonesia, manajemen BSDE menyampaikan pendapatan per September 2020 mencapai Rp4,28 triliun. Nilai itu turun 18,18 persen year on year (yoy) dari Rp5,23 triliun per September 2019.

BSDE mampu membukukan laba bersih senilai Rp469,55 miliar. Namun, nilai itu anjlok 79,67 persen yoy dari sebelumnya Rp2,31 triliun pada kuartal III/2019.

Pengembang yang beken dengan nama Sinar Mas Land ini menggunakan kas bersih untuk investasi senilai Rp1,05 triliun, naik dari sebelumnya Rp1 triliun. Kas dan setara kas pada akhir periode naik menjadi Rp10,89 triliun dari sebelumnya Rp8,86 triliun.

BSDE mencatatkan liabilitas Rp26,61 triliun, naik dari Rp20,89 triliun pada akhir 2019. Liabilitas jangka panjang berkontribusi Rp14,9 triliun sedangkan liabilitas jangka pendek sejumlah Rp11,71 triliun.

Ekuitas BSDE naik menjadi Rp34,28 triliun per September 2020 dari Rp22,55 triliun pada akhir 2019. Total aset pun meningkat menuju Rp60,89 triliun dari sebelumnya Rp54,44 triliun.

Sebelumnya, Direktur Bumi Serpong Damai Hermawan menyampaikan bahwa emiten berkode saham BSDE tersebut mencatatkan pendapatan prapenjualan senilai Rp4,7 triliun pada periode sembilan bulan pertama tahun ini.

Pencapaian tersebut setara dengan 65 persen dari target prapenjualan yang ditetapkan perseroan tahun ini senilai Rp7,2 triliun.

“Pencapaian prapenjualan ini didukung oleh keberhasilan penjualan sejumlah produk baru pada kuartal III/2020, baik segmen residensial maupun komersial, a.l. Freja House, Freja Suites, Loka 65, 92 Avenix, YC Hub di BSD City serta O2+ Urban Pop di Grand Wisata—Bekasi,” tulis Hermawan dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2020).

Adapun perincian dari marketing sales BSDE terdiri dari beberapa segmen. Segmen komersial mencatatkan marketing sales paling tinggi sebesar Rp1,6 triliun atau 34 persen dari total pendapatan prapenjualan pada periode Januari – September 2020.

Dalam segmen komersial, terdapat penjualan lahan komersial di BSD City senilai Rp624,68 miliar, penjualan apartemen senilai Rp346,35 miliar, dan penjualan ruko senilai Rp637,58 miliar.

Hermawan menyebut penjualan hunian vertikal perseroan didukung oleh proyek apartemen di Jakarta Selatan yaitu Southgate di TB Simatupang dan The Elements di Rasuna CBD, apartemen di Jakarta Barat yaitu Aeurium Apartment di Taman Permata Buana, serta Apartment Akasa dan Upperwest BSD City.

Untuk penjualan ruko, marketing sales BSDE ditopang oleh pengembangan proyek baru di BSD Ciy seperti Loka 95, 92 Avenix dan YC Hub, serta O2+ Urban Pop di Grand Wisata—Bekasi.

Adapun, penjualan lahan turut menopang pencapaian prapenjualan BSDE pada kuartal II/2020. Hermawan menunjukkan bahwa penjualan lahan senilai Rp181,02 miliar kepada PT Sahabat Duta Wisata berkontribusi sebesar 6 persen total prapenjualan BSDE hingga 30 September 2020.

PT Sahabat Duta Wisata merupakan perusahaan patungan yang akan mengembangkan proyek pusat perbelanjaan di Grand Wisata, Bekasi.

“[Dari lokasi [BSD City masih memberikan kontribusi terbesar terhadap total prapenjualan yaitu 63 persen, Grand Wisata sebesar 12 persen, The Zora 8 persen, dan Kota Wisata sebesar 4 persen,” imbuh Hermawan.

Ke depannya, Hermawan optimistis BSDE dapat mencapai target prapenjualan yang ditetapkan Rp7,2 triliun tahun ini.

(DO)